Mengenal kondisi bayi melalui warna fesesnya

Category : Kesehatan

Warna feses pada bayi, selalu beragam, pagi warnanya apa, saat sore berubah lagi, dan seterusnya. Tapi terkadang warna fesesnya dapat sama dalam beberapa hari. Apa hal – hal yang membuat warna feses si kecil berbeda, dan apa saja efek – efeknya? Apa warna yang ditimbulkan berasal dari sesuatu dan memiliki efek tertentu terhadap bayi?

Dari beberapa sumber, diinformasikan bahwa berdasarkan warnanya, secara umum feses pada bayi dapat di dibedakan menjadi kuning, coklat, hijau, merah dan putih/keabu-abuan.Jadi, untuk mengetahui normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi, dapat dideteksi dari warna-warna feses tersebut.

Sistem pencernaan dapat juga dipengaruhi dari makanan yang diberikan pada bayi, bisa juga dipengaruhi oleh cara pemberian makanan tersebut pada bayi, sehingga menyebabkan warnanya feses yang berbeda. Berikut penggolongannya :

 

Kuning

Warna Kuning dapat diindikasikan sebagai feses normal untuk bayi, apabila bayi mendapat ASI yang penuh, tanpa campuran susu formula, warna kuning dari feses yang dihasilkan lebih cerah dan cemerlang (didominasi warna kuning. Yang berarti si bayi mendapat ASI penuh dari foremilk (ASI depan) dan hindmilk (ASI belakang).

 

Hijau

Warna Hijau pada feses bayi masih dikategorikan normal, tapi warna ini tidak boleh terus-menerus muncul karena hal tersebut berarti cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, kasus tersebut terjadi kalau produksi ASI melimpah. Dimana si bayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula & laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali & ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremilk habis, padahal hindmilk (ASI belakang) inilah yang membuat tinja menjadi kuning. Namun jika terjadi pada balita atau orang dewasa, feses berwarna hijau ini bisa juga dikarenakan banyak mengkonsumsi sayuran yang berwarna hijau seperti bayam.

 

Merah

Warna Merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertainya, darah tersebut bisa berasal dari tubuh bayi atau dari ibunya yang terisap pada saat proses persalinan, jika darah tersebut berasal dari ibunya, maka fesesnya akan ditemukan bercak hitam & berlangsung 1 -2 hari. Apabila darah tersebut bukan berasal dari 2 hal tersebut kemungkinan lainnya bisa karena alergi susu formula atau penyumbatan pada usus & hal tersebut perlu penanganan cepat dan segera berkonsultasi pada dokter. Namun jika warna merahnya menyeluruh dan bukan berbentuk seperti garis-garis kemungkinan besar diakibatkan makanan (biasanya mengandung gelatin).

 

Putih / Keabu-abuan

Jika warna Putih/keabu-abuan pada kotoran bayi terjadi, maka hal ini harus segera diwaspadai. Karena warna putih menunjukan gangguan yang cukup riskan (berbahaya) yang mungkin disebabkan cairan empedunya tidak dapat mewarnai tinjanya karena adanya gangguan pada hati/penyumbatan saluran empedu pada bayi. Apabila didapati kasus seperti ini bayi harus segera dibawa kedokter.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jenis makanan yang masuk dan cara pemberiannya kepada bayi dapat mempengaruhi warna fesesnya. Beberapa warna feses pun menunjukkan adanya gangguan pencernaan, apabila ibu sudah mengetahui kondisi bayi, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi ke dokter, agar si kecil bisa mendapatkan penanganan lebih awal.

 

Incoming search terms: