Pengaruh Ibu Vegetarian dan Obat Pelancar Bagi ASI

Category : ASI

Adapun yang dimaksud makanan bergizi makanan seimbang. Dengan kata lain, ibu menyusui tak boleh mengutamakan protein saja. Protein memang bagus, tapi bila ibu menyusui hanya mengkonsumsi protein juga tidak tepat. Konsumsilah semua makanan, dari protein, lemak, karbohidrat, dan lainnya dengan seimbang. Jadi, setiap kali makan harus ada nasi, sayuran, dan daging dan ikan.

Ibu menyusui juga tak perlu pantang apa pun, kecuali bagi ibu vegetarian yang memang tak mengkonsumsi daging. Namun tentu saja, kebutuhan gizi ibu menyusui yang vegetarian harus diperhatikan betul agar tetap bisa mendapatkan makanan seimbang, khususnya protein. Nah, berhubung tak mengkonsumsi daging, ibu vegetarian bisa menggantinya dengan protein nabati yang banyak didapat pada kacang-kacangan. Jangan lupa, konsumsi sayuran dan buahnya harus ditambah.

Untuk ibu menyusui, perlu pula diperhatikan faktor lain yang mendukung kelancaran ASI. Di antaranya, memijat payudara secara rutin sejak si kecil belum lahir, yaitu kala kehamilan berusia 7 bulan. Selain, faktor suasana hati yang menyenangkan juga akan mendukung kelancaran produksi ASI.

Banyak ibu menyusui yang tak lancar ASI-nya lantas mengkonsumsi obat-obatan pelancar ASI. Terlebih saat ini obat-obatan tersebut tak sulit didapat di pasaran. Mungkin pihak perusahaan pembuat sudah mengadakan penelitian mengenai keefektifan obat tersebut, tapi dari segi gizi belum ada penelitiannya.

Akan tetapi, lebih dianjurkan ibu menyusui agar mengkonsumsi makanan bergizi. Selain bisa melancarkan ASI, juga lebih mengenyangkan apalagi jika ditunjang istirahat cukup dan kondisi ibu yang tenang. Yang jelas, dalam masa menyusui, ibu tak boleh mengkonsumsi sembarang obat.

Walaupun tak semua jenis obat ikut masuk ke dalam ASI, tapi ada beberapa yang akan mempengaruhi si kecil. Itu sebab, tiap kali dokter akan meresepkan obat selalu bertanya lebih dulu, apakah ibu sedang menyusui atau tidak.

Incoming search terms:

Air Susu Ibu Mengandung 700 Bakteri Unik

Category : ASI

Sudah cukup banyak orang yang tahu Air Susu Ibu (ASI) kaya dengan nutrisi terbaik bagi bayi. Namun, belum banyak yang tahu seberapa banyak jumlah bakteri mikrobiotik yang terkandung dalam ASI. Menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti Spanyol, ASI mengandung sekitar 700 spesies bakteri.

Peneliti telah mengetahui sebelumnya bahwa ASI adalah instrumen dalam menciptakan flora bakteri pada bayi atau menciptakan sekelompok bakteri unik yang terdapat pada setiap orang. Namun, hingga penelitian yang dilakukan ilmuwan Spanyol ini, belum diketahui tipe spesies apa yang terdapat pada ASI dan apa sebenarnya peran mereka.

Nah, untuk menjawab soal itu, ilmuwan Spanyol meneliti ASI dari 18 ibu berbeda. Dalam penelitiannya, periode yang dilakukan dibedakan menjadi tiga, yaitu ASI enam bulan setelah bayi lahir, ASI satu bulan setelah bayi lahir, dan kolostrum (susu pertama yang keluar sesaat setelah bayi lahir).

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menemukan terdapat 700 spesies pada kolostrum, kebanyakan adalah spesies Weissella, Leuconostoc, Staphylococcus, Streptococcus, dan Lactococcus. Saat bayi tumbuh dewasa, dominasi spesies bakteri itu kebanyakan berubah menjadi spesies Veillonella, Leptotrichia, dan Prevotella.

Menurut peneliti, faktor-faktor sebelum kelahiran mempengaruhi keragaman bakteri pada ASI. Sebagai contoh, ibu yang kelebihan berat badan cenderung mempunyai keragaman bakteri yang lebih sedikit. Begitu juga yang terjadi pada ibu yang memilih kelahiran dengan caesar. Meskipun begitu, ibu yang melakukan kelahiran caesar karena pertimbangan darurat punya keragaman bakteri yang menyaingi ibu yang melahirkan secara normal. Peneliti juga mendapatkan bahwa keadaan hormonal ibu bisa mempengaruhi keragaman bakteri pada ASI.

Kini temuan tersebut telah memacu peneliti untuk mengungkap apakah bakteri dalam ASI memainkan peran dalam metabolisme atau imunitas seseorang. Apakah bakteri membantu bayi mencerna ASI, ataukah bakteri membantu bayi membedakan antara zat asing menguntungkan. “Apakah bakteri dalam ASI yang ditemukan dalam studi ini penting untuk perkembangan sistem imunitas,” kata peneliti.

Incoming search terms:

Tips Menyusui Bayi Prematur

Category : ASI

Menyusui bayi prematur tentu saja memiliki banyak perbedaan dengan menyusui bayi normal pada umumnya. Kondisi bayi yang jauh lebih lemah membuat ibu yang memiliki bayi premature biasanya memiliki kekhawatiran ekstra.

Bayi prematur memang membutuhkan asupan ASI yang lebih banyak dibandingkan dengan bayi normal pada umumnya.  Beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh sang ibu ketika menyusui bayi premature adalah sebagai berikut;

  • Bayi harus sering diberi ASI agar berat badannya ideal. Bayi yang lahir secara prematur biasanya akan memiliki berat badan dibawah rata-rata bayi lainnya.
  • Lakukan perawatan metode Kangguru
  • Susui bayi dengan posisi dan perlekatan yang efektif
  • Berikanlah bayi ASI hindmilk agar kebutuhan gizinya tercukupi secara sempurna.
  • Bila bayi tidak kuat mengisap payudara agak lama, pompa ASI beberapa saat hingga ASI jenis foremilk keluar.
  • Berikan ASI sekitar 20 menit di satu payudara dan 20 menit lagi di payudara satunya, atau hingga terasa “kosong”.
  • Bila bayi sering muntah, susui lebih sering dengan waktu menyusui lebih pendek
  • Jangan panik saat bayi sering mengalami muntah
  • Bila berat badan bayi tak kunjung naik, segera konsultasikan dengan dokter dan konselor laktasi

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat menyusui bayi prematur, ingat untuk selalu tenang dan telaten dalam mengurus anak, terutama anak prematur.

Incoming search terms: