Featured Posts

Kondisi Yang Tak Membolehkan Ibu Memberi ASI Pemberian ASI pada bayi jelas sangat dianjurkan sebab ASI makanan terbaik bayi kecuali bila ibu mengalami sakit berat dan mengonsumsi obat-obatan yang dikhawatirkan "mencemari" ASI. Seperti kita ketahui,...

Read more

Beberapa Makanan yang Harus Dihindari Ketika Hamil Ibu hamil bukan cuma harus menjaga kesehatannya, tetapi juga bayi yang ada di dalam kandungan. Oleh sebab itu pola makan pun sebaiknya dijaga. Simak makanan yang harus dihindari ketika hamil. Daging...

Read more

Setelah ASI, Makanan Apa yang Harus Dikenalkan? Apakah bayi anda sudah berusia 6 bulan dan siap untuk menerima makanan selain ASI? Makanan apa yang anda pilih untuk dikonsumsi buah hati anda? Apakah anda memberinya bubur bayi? Kebanyakan dokter menyarankan...

Read more

Bagaimana Bila Suplai ASI Bermasalah Suplai ASI merupakan masalah yang cukup sering muncul ketika menyusui. Ada kalanya suplai ASI kurang mencukupi kebutuhan buah hati Anda. Di lain sisi, beberapa dari anda mungkin mengalami kelebihan produksi...

Read more

ASI Bantu Turunkan Risiko Asma Bayi dan Anak ASI sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Selain meningkatkan kecerdasan dan metabolism bayi yang lebih baik, sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa pemberian ASI pada bayi dapat melindungi...

Read more

  • Prev
  • Next

Kondisi Yang Tak Membolehkan Ibu Memberi ASI

Category : ASI

Pemberian ASI pada bayi jelas sangat dianjurkan sebab ASI makanan terbaik bayi kecuali bila ibu mengalami sakit berat dan mengonsumsi obat-obatan yang dikhawatirkan “mencemari” ASI. Seperti kita ketahui, ASI banyak memberi manfaat pada bayi.

Selain untuk kecerdasan, di dalam ASI juga terkandung imunoglobulin atau antibodi yang dapat mencegah bayi terkena infeksi. Itu sebab bayi-bayi yang mendapat ASI umumnya jarang sakit. Pada prinsipnya, semua ibu sangat dianjurkan menyusui bayinya.

Namun ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu tak bisa memberi ASI pada bayinya. Baik yang sifatnya sementara waktu kemudian bisa dilanjutkan kembali, maupun yang berlangsung selama masa menyusui. Lamanya penghentian ASI tergantung pada kondisi penyakit si ibu.

Sebetulnya, meski ibu menyusui dalam kondisi sakit, ASI tetap diproduksi. Yang jadi masalah, apakah dalam kondisi seperti itu ibu boleh memberi ASI atau tidak. Berikut penjelasan mengenai beberapa penyakit yang mesti dicermati ibu untuk memutuskan menghentikan atau meneruskan pemberian ASI.

  • Hepatitis B. Bila ibu terkena hepatitis selama hamil, biasanya kelak begitu bayi lahir akan ada pemeriksaan khusus yang ditangani dokter anak. Bayi akan diberi antibodi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya agar tidak terkena penyakit yang sama. Sedangkan untuk ibunya akan ada pemeriksaan laboratorium tertentu berdasar hasil konsultasi dokter penyakit dalam. Dari hasil pemeriksaan tersebut baru bisa ditentukan, boleh-tidaknya ibu memberi ASI. Bila hepatitisnya tergolong parah, umumnya tidak dibolehkan memberi ASI karena dikhawatirkan bisa menularkan pada si bayi.
  • AIDS. Ibu yang positif mengidap AIDS belum tentu bayinya juga positif AIDS. Itu sebabnya ibu yang mengidap AIDS, sama sekali tak boleh memberi ASI pada bayinya karena bisa menularkannya lewat ASI.
  • Flu, Batuk, atau Diare. Jika sekadar sakit batuk dan pilek, pemberian ASI tak jadi masalah. Lagipula jenis penyakit ini penularannya tidak lewat ASI, melainkan melalui udara atau anggota tubuh yang tak bersih. Jadi, pemberian ASI sebaiknya tak dihentikan, asal saat menyusui ibu menggunakan masker. Sebelum memegang bayi, amat disarankan untuk mencuci bersih tangan. Tak perlu pula menghentikan pemberian ASI hanya karena alasan sedang minum obat-obat flu, batuk, atau diare ringan. Toh, hanya sebagian kecil saja dari obat-obatan itu yang ikut terbawa ke ASI dan ini pun jarang berakibat negatif pada bayi.
  • Diabetes. Sebaiknya pemberian ASI tidak dihentikan meski tetap perlu dimonitor kadar gula darahnya. Tentu saja konsultasikan pada dokter mengenai boleh-tidaknya pemberian ASI pada bayi dengan mempertimbangkan kondisi ibu serta jenis obat-obatan yang dikonsumsi.

Beberapa Makanan yang Harus Dihindari Ketika Hamil

Category : Kesehatan

Ibu hamil bukan cuma harus menjaga kesehatannya, tetapi juga bayi yang ada di dalam kandungan. Oleh sebab itu pola makan pun sebaiknya dijaga. Simak makanan yang harus dihindari ketika hamil.

Daging olahan
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa konsumsi daging olahan berhubungan dengan risiko mati muda. Jika orang biasa saja tidak dianjurkan untuk makan daging olahan, ibu hamil jelas harus menghindari makanan yang satu ini.

Alkohol
Meskipun red wine dilaporkan mampu memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh, namun jangan diminum saat hamil. Segala jenis alkohol bisa bersifat beracun bagi bayi. Jadi hindari minuman ini ketika hamil.

Daging mentah atau setengah matang
Bakteri yang ada pada daging mentah atau setengah matang sangat berbahaya bagi perkembangan otak janin. Bukan cuma itu, telur dan makanan laut juga sebaiknya tidak dikonsumsi mentah atau setengah matang.

Kafein
Sudah banyak penelitian yang menyebutkan kalau kafein yang dikonsumsi ibu hamil bisa membuat bayi lahir dengan berat badan kecil. Meskipun kopi ada yang tidak berkafein, konsumsinya secara berlebihan tetap kurang baik bagi kesehatan.

Teh herbal
Minuman yang satu ini sebenarnya menyehatkan. Namun sifatnya bisa berubah menjadi berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Ibu hamil juga dilarang minum teh bunga chamomile. Untuk lebih jelasnya, hubungi dokter karena kondisi dan kebutuhan setiap ibu hamil pasti berbeda-beda.

Makanan laut
Sebenarnya beberapa makanan laut tertentu cukup aman dikonsumsi ibu hamil. Namun waspadalah terhadap makanan laut yang kadar merkurinya tinggi. Selain itu, pastikan makanan laut sudah dimasak dengan baik dan benar agar tak ada lagi bakteri yang bisa mengganggu kesehatan janin.

Susu dan keju tanpa pasteurisasi
Susu dan keju yang belum diproses atau tidak dipasteurisasi tidak sebaiknya diminum oleh ibu hamil. Sebab kemungkinan besar ada banyak bakteri yang bersarang di dalamnya. Lebih baik minum susu jenis lain yang lebih menyehatkan.

Itulah berbagai makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Ingat, ibu bukan cuma menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga bayi yang ada di dalam kandungannya.


 

Setelah ASI, Makanan Apa yang Harus Dikenalkan?

Category : ASI

Apakah bayi anda sudah berusia 6 bulan dan siap untuk menerima makanan selain ASI? Makanan apa yang anda pilih untuk dikonsumsi buah hati anda? Apakah anda memberinya bubur bayi? Kebanyakan dokter menyarankan untuk memberi bayi anda sereal bayi.

Sayangnya kebanyakan bayi yang masih berusia 6 bulan tak menyukai makanan tersebut. Cobalah dengan makanan lain terlebih dahulu kemudian coba lagi dengan sereal bayi. Jika ia masih tak menyukainya, anda tak perlu khawatir karena mereka memang tidak membutuhkannya. Tidak ada yang spesial dari sereal bayi karena bayi Anda akan tetap baik-baik saja walau tak mengkonsumsinya.

Langkah terbaik yang paling gampang untuk membuat bayi mendapatkan asupan zat besi tambahan selain ASI adalah dengan memperkenalkannya pada daging, bukan dengan sereal atau bubur bayi.

Lantas, makanan apa yang sebaiknya pertama kita berikan pada sang buah hati? Saat anak bayi mulai menunjukkan tanda-tanda siap, kebanyakan ibu mulai memberi bubur kentang manis. Bukan hanya kaya akan nutrisi, tapi makanan tersebut sangat disukai oleh bayi.

Anda juga bisa mulai memberikan pisang, baik yang masih utuh maupun yang sudah Anda haluskan, bagi buah hati Anda. Sayuran yang manis dan buah-buahan memang merupakan pilihan yang tepat karena bayi mungkin merasa makanan tersebut sama manisnya dengan air susu anda.

Jangan percaya jika ada yang bilang Anda tak boleh memberi mereka buah-buahan terlebih dahulu karena terlalu manis karena sesungguhnya ASI tak kalah manisnya dengan buah-buahan tersebut.